Kenaikan listrik 30 persen maret 2017

Kenaikan listrik 30 persen maret 2017 sudah diberlakukan oleh PLN untuk tarif listrik dengan adanya kebijakan penarikan subsidi listrik pada bulan 1 januari 2017 bagi 18.9 juta pelanggan listrik rumah tangga mampu dengan daya R-1 atau 900 VA. Memang dengan pencabutan subsidi listrik tersebut diharapkan adanya pengurangan terhadap beban APBN sekitar Rp. 20 Triliun. Dalam kategori pelanggan listrik bagi rumah tangga mampu PT PLN menargetkan kenaikan tarif dasar listrik mencapai harga keekonomian dimana menurut PT PLN kemampuan membayar ini sudah sesuai dengan apa yang menjadi skenario yang sudah dirancang sebelum. Tetapi Pemerintah juga masih mengalokasikan sekitar 4,1 juta pelanggan yang masih layak mendapatkan subsidi listrik bagi mereka yang layak menerimanya.

Sesuai dengan rencana kementrian energi dan sumber daya manusia dimana kenaikan tarif listrik ini sudah ditentukan taenggat waktunya secara bertahap bagi rumah tangga mampu yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017, dan pada 1 Juli 2017 akan disesuaikan tarifnya bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya setiap tiga bulan. Pada dasarnya kenaikan tahap pertama sudah dilakukan pada tanggal 1 januari 2017 yaitu sebesar 35 persen atau dalam penghitungan satu bulan sebesar Rp. 100.000. Kemudian untuk tahap kedua yaitu pada tanggal 1 maret 2017 dimana kenaikan yaitu sebesar 38 persen, kenaikan listrik 30 persen maret 2017 ini memang sudah terjadi yang sudah berlaku penerapannya mulai tanggal 1 maret 2017.

Jika dikalkulasi kenaikan listrik 30 persen maret 2017 terssebut senilai rata-rata Rp. 137.000 sebulan. Selanjutnya kenaikan listrik ini juga akan terjadi pada tahap yang ketiga yaitu pada tanggal 1 mei 2017 sebesar 24 persen dimana mencapai sebesar Rp. 170.000 untuk 900 VA non subsidi

rangkaian kanaikan listrik dimana pada bulan maret ini yaitu kenaikan listrik 30 persen maret 2017 sebenarnya akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap rumah tangga karena merekalah yang otomatis langsung akan merasakannya. Hal itu tentunya akan direspon bagi rumah tangga dengan mengurangi belanja rumah tangga hanya untuk membagi kebutuhan rumah tangga dengan kebutuhan listrik. Dengan kenaikan ini pada dasarnya akan mempengaruhi kualitas hidup para rumah tangga yang memiliki pendapatan tetap tetapi jumlah pengeluaran yang terus meningkat apalagi ditambah dengan kenaikan tarif listrik yang merupakan kebutuhan yang harus dibayar.

sumber gambar: tribunnews.com