Blog Single

25 Feb

Koperasi dan UKM

Indonesia memiliki berbagai lembaga keuangan. Lembaga tersebut dapat membantu keuangan masyarakat Indonesia baik dalam simpan pinjam, memberi modal kepada masyarakat untuk membuka usaha, atau bahkan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat. Lembaga keuangan di Indonesia dibagi menjadi 2, diantaranya yaitu:

1. Lembaga Keuangan Bank

Lembaga tersebut merupakan lembaga untuk menyalurkan dana masyarakat berupa simpan, pinjam, atau pengkreditan dana dan tersebut akan kembali kepada masyarakat. Bersifat depository (menarik dana masyarakat secara langsung).

2. Lembaga Keuangan Non-Bank

Adalah lembaga keuangan masyarakat yang menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung (non-depository) dan menawarkan berbagai jasa keuangan.

Dalam hal ini kita akan membahas salah satu lembaga keuangan non-bank yang ada di Indonesia yaitu Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Apa yang Anda ketahui tentang Koperasi dan UKM? Apakah sama antara Koperasi dengan UKM? Berikut ini kita akan mengupas tentang Koperasi dan UKM.

Kita sering mendengar kata “Koperasi”, mungkin sebagian masyarakat mendefinisikan koperasi adalah badan keuangan untuk simpan pinjam uang anggota kelompok tertentu. Namun tidak hanya itu saja. Kemudian bagaimana pengertian koperasi dalam peraturan perundang-undangannya? Dan apa perbedaan Koperasi dengan UKM?

Dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 pengertian koperasi dapat disimpulkan bahwa koperasi adalah badan usaha yamg memiliki anggota yang mana dalam pengoperasiannya berdasarkan asas kekeluargaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam asas kekeluargaan diantaranya gotong royong, tenggang rasa, tanggung jawab, kebersamaan, keadilan, dan kearifan sehingga dalam hal ini koperasi merupakan badan yang memiliki kepentingan bersama dalam pengoperasiannya. Pengelolaan koperasi bersifat terbuka dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya dengan pelayanan yang adil.

Ciri-Ciri Koperasi sebagai berikut:

1. Berdiri dengan modal dan kepemilikan bersama dari anggotanya.

2. Bertujuan mensejahterakan anggotanya.

3. Keuntungan dan kerugian merupakan hasil bersama, bukan beban dari pengurus saja.

4. Memiliki bentuk badan hukum.

5. Modal tidak tetap dan tidak permanen, sehingga bergantung kepada simpanan anggotanya dan jumlah anggotanya.

Sedangkan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah usaha masyarakat yang berskala kecil dan menengah dengan modal di antara kelas pendapatan kecil dan menengah dan perlu perlindungan dari pemerintah untuk mencegah persaingan yang tidak sehat.

Ciri-ciri UKM diantaranya sebagai berikut:

1. Modal belum sepenuhnya dari pendiri usaha.

2. Tempat usaha menetap.

3. Pengelolaan dan manajemen uang masih sederhana namun teratur.

4. Memiliki perizinan usaha dan persyaratan legalitas lainnya.

5. Kepemilikan sendiri.

Koperasi dan UKM sama-sama memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Perbedaan keduanya adalah bahwa koperasi merupakan suatu badan hukum dengan kepemilikan bersama sedangkan UKM merupan badan usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja dengan kegiatan ekonomi produktif dan kepemilikan sendiri.

Related Posts

Leave A Comment